Quantcast
Channel: EXOMKFANFICTION
Viewing all articles
Browse latest Browse all 317

Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 3)

$
0
0

Saranghaeyo Ahjussi (Next Cover)

 

Saranghaeyo Ahjussi

Chapter 3

Wu Yi Fan, seorang pria mapan yang belum juga menikah di usianya yang akan menginjak 28 tahun itu harus terus menghindar dari segala perjodohan yang menimpanya bagai hujan. Dan di suatu tempat yang tak terduga, ia bertemu dengan Lee Youra, perempuan berumur 17 tahun yang mengaku, “Tidak akan pernah menyukai laki-laki yang terpaut usia lebih dari 4 tahun.” Tapi apa yang bisa mereka lakukan ketika cinta sudah menghampiri? Menghindar? Dan dengan memutuskan sebuah jawaban, Wu Yi Fan harus membuka lagi luka lamanya.

Previous Chapter: (Prologue) (Chapter 1) (Chapter 2)

Author:

Dreamcreampiggy

-

Length:

Chaptered

-

Genre:

Romance, Family, School Life, AU, Friendship

-

Rating:

Teenager

-

Cast:

-Lee Youra (OC)

-Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Im Yoon Ah/Yoona (SNSD)

-Kim Jae In (OC)

-Kim Jae Joong (JYJ)

-Lee Yourin (OC)

-Song Qian/Victoria (f(x))

-

Disclaimer:

Cast are belongs to God, their self, and their parents except Original Characters. They are fake cast made by myself as an Author. Stories are mine. NO ONE allowed toPLAGIARIZE, copy-paste, translate, edit, and change half or this entire story without my permission.

~**^^**~

Youra berdiri di samping Yourin yang sedang sibuk memilih baju di pusat perbelanjaan di Seoul saat itu. Pagi tadi karena mengetahui Youra yang tidak melakukan apapun memberi ide bagi Yourin untuk mengajaknya pergi bersama. Youra sendiri baru saja memutuskan sambungan telepon dan memasukan ponselnya ke dalam tas setelah selesai berbicara dengan Chanyeol.

“Nugu?”, tanya Yourin pada Youra.

“Chanyeol.”, jawab Youra yang di sambut anggukan oleh Yourin yang mengerti.

Youra menghembuskan napasnya dengan bosan dan lelah. Memilih baju seperti ini sebenarnya bukan kegemarannya. Apalagi jika sudah terlalu lama. Hanya membuat jenuh saja. Mata Youra menatap sekeliling dengan teliti.

“Itu..”, kata Youra merasa mengenali yeoja yang sedang memilih baju.

“Yeoja yang kemarin!”, kata Youra pelan. Ia menatap Yourin dan berjalan menjauh. Youra menatap yeoja itu yang tepatnya adalah Yoona dengan mata menyipit. Youra terus berjalan tanpa menghiraukan Yourin yang masih sibuk dengan baju-bajunya.

Youra berjalan dengan tenang. Kadang ia berjalan mendekati rak, melihat baju itu dan menaruhnya kembali. Youra membelalakan matanya begitu melihat sosok tinggi berambut pirang tak jauh darinya. Youra yakin dengan dugaannya. Ia tahu bahwa orang itu pasti Kris.

~**^^**~

“Hyung, aku sepertinya mau pergi sebentar. Nanti aku kembali.”, kata Kris sambil berjalan menjauh meninggalkan Jae Joong dan Jae In yang masih berdebat.

Kris yang berjalan dengan pelan menjauh kemudian mendongakan kepalanya yang tertunduk. Ia begitu malas bertemu dengan Yoona. Menurutnya hubungannya dan Yoona sudah usai. Maka dari itu ia memutuskan untuk meninggalkan tempat ini agar tidak bertemu dengan Yoona.

“Wufan?”, Kris membeku. Langkahnya segera terhenti begitu melihat seorang yeoja berdiri tepat di depannya sambil membawa beberapa baju di tangan kanannya.

DAMN!”, umpat Kris tak terdengar. Ia mengepalkan tangannya. Kerongkongannya sakit tiba-tiba. Setiap liur yang ia telan meninggalkan bekas perih.

“Kau disini? Dengan siapa?”, tanya Yoona sambil tersenyum kecil dan tak menyangka bisa menemui Kris disini.

Sebuah tepukan pelan mendarat di punggung Kris tiba-tiba. Kris yang tadinya sedikit bingung akan mejawab apa segera menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati Youra sudah berdiri disana. Dengan cepat Kris menarik Youra membuatnya berdiri di sampingnya.

“Dengannya.”, kata Kris sambil tersenyum masam pada Yoona.

Youra menatap Yoona dan Kris bergantian sambil menahan detakan jantungnya yang kian cepat dan wajahnya yang sudah merah.

~**^^**~

“Sudah?”, tanya Kris pada Youra yang duduk di bangku Café yang berada di luar Mall. Youra mengangguk dan memasukan ponselnya ke dalam tasnya dan menghembuskan napas lega karena sudah memberitahukan tentang hal ini kepada Yourin.

“Mianhae. Aku tak tahu harus berbuat apa.”, kata Kris sambil meminum Capuccino-nya itu. Youra mengangguk dan mengusap dadanya pelan. Menenangkan jantungnya agar tidak berdebar terus menerus. Kris tertawa disana melihat tingkah Youra yang aneh.

“Wae?”, tanya Youra bingung.

“Kau kenapa? Berdebar-debar karena ku gandeng Youra-ssi?”, tanya Kris sambil tertawa kecil. Youra hanya membuka lebar mulutnya dan membelalak tak percaya. Entah kenapa sekarang ia melihat Kris sebagai sosok namja yang periang dan sedikit narsis. Youra memperhatikan wajah Kris kali ini, tawanya yang lebar itu membuat matanya tak terlihat lagi sehingga Youra merasa Kris begitu tampan.

Ani. Umurnya terlalu jauh Lee Youra!”, kata Youra dalam hati. Kris berhenti tertawa dan berdeham lalu menatap Youra bingung.

“Aku akan mengantarmu pulang nanti Youra-ssi. Apa ada yang ingin kau beli nanti?”, tanya Kris serius sekarang. Youra menggeleng pelan dan menatap Kris.

“Yeoja itu memangnya kenapa? Kenapa Ahjussi harus menghindarinya?”, tanya Youra. Kris hanya terdiam. Air mukanya berubah seketika.

She’s my Ex-Girlfriend.”, jawab Kris ringan.

“Ah.. Arasseo.”, kata Youra mengangguk.

“Tunggu.. Tadi kau memanggilku apa Youra-ssi? Ahjussi?”, tanya Kris memastikan agar ia tidak salah dengar.

~**^^**~

Jae Joong yang mendapat pesan dari Kris tentang pertemuannya dengan Youra memutuskan untuk mengantar Yourin. Jae In yang duduk di sebelah kursi pengemudi terus berkutat dengan ponselnya. Sedangkan Yourin mengumpat tentang Youra tak terdengar.

Jae Joong memandangi Yourin dari kaca spion tengah mobil dan mengalihkan pandangan begitu Yourin melihat ke arah spion. Yourin sendiri yang mulai menyadarinya ikut menatap Jae Joong lewat kaca spion bergantian. Rasanya aneh melihat mereka berdua yang bertatapan begitu. Seperti ada sesuatu.

Jae Joong sendiri kemudian menggelengkan kepalanya dan kembali menatap ke depan dan berusaha untuk tidak menatap Yourin lagi. Sedangkan Yourin memilih untuk mengeluarkan ponselnya dan berhenti melihat Jae Joong.

~**^^**~

Sesekali Youra mengalihkan pandangan ke arah kaca jendela mobil Kris yang sedang melaju pelan di jalanan Seoul.

Di pikirannya hanya terlintas tentang Kris. Bagaimana namja itu bercerita bahwa Yoona adalah mantan pacarnya dan dengan cepat ia segera mengalihkan pembicaraan dengan meminta Youra untuk memanggilnya dengan embel-embel –ssi lagi. Youra sendiri menyadari bagaimana Kris yang mulai terlihat sifat aslinya sekarang. Jika pertama kali kita melihat Kris sebagai namja yang pendiam dan tertutup disini Youra dapat menyadari jika Kris juga mudah di ajak bicara dan cukup humoris. Hanya ada satu pertanyaan di benak Youra. Kenapa saat sakit namja ini terasa begitu tertekan saat meminum obatnya?

“Youra-ssi.”, kata Kris masih sambil mengamati jalanan di depannya seksama. Youra segera mendongakan wajahnya dan menatap Kris, menunggu ia melanjutkan kata-katanya.

“Kau tidak ingin mampir kemanapun?”, tanya Kris.

“Aniyo. Aku rasa tidak usah.”, kata Youra.

“Tadi, Ahjussi pergi dengan siapa? Ah Mianhae maksudku Kris-ssi.”, tanya Youra.

“Aku ingin tahu kau bisa memanggilku seperti itu karena apa?”, tanya Kris bingung.

“Kemarin aku bertemu dengan Hyung Kris-ssi dan ia bilang kalau ia mengira aku sebaya karena memanggil Kris-ssi dengan embel-embel –ssi.”, kata Youra.

“Jangan dengarkan dia. Harusnya ia yang kau panggil Ahjussi.”, kata Kris. Youra hanya tertawa kecil dan mengalihkan pandangannya ke depan.

“Oh iya tadi aku pergi dengan Hyung-ku. Dan yang yeoja itu adikku yang paling kecil. Eonni-mu juga sudah diantar mereka pulang.”, kata Kris menjawab pertanyaan Youra yang sempat tertunda sambil tersenyum sekilas.

“Jadi Kris-ssi punya adik juga? Siapa namanya? Sepertinya seumuran denganku.”, tanya Youra.

“Kim Jae In. Dia baru 16 tahun.”, kata Kris sambil menghentikan mobilnya ketika ia melihat lampu jalanan berubah merah.

Youra tak berkata-kata. Ia hanya membuka mulutnya sehingga berbentuk ‘O’ dan mengangguk. Kris menatapnya dan menjalankan mobil begitu lampu berubah hijau.

“Kau bersekolah dimana Youra-ssi?”, tanya Kris kemudian.

“Shinhwa Seoul International High School.”, jawab Youra singkat.

“Shinhwa?”, tanya Kris yang mengalihkan pandangannya pada Youra kemudian kembali menatap jalanan. Youra mengangguk dan tersenyum.

“Sekolahmu sama dengan adikku.”, kata Kris tertawa.

“Oh.. Hahahaha.. Kebetulan sekali.”, kata Youra sambil tertawa. Namun tawanya berhenti ketika ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Youra segera mengangkat teleponnya dan mendekatkan ponselnya ke telinga.

“Oh Chanyeollie-ah.”, kata Youra senang. Segera Kris mengalihkan pandangannya untuk yang sekian kali pada Youra dengan tidak suka.

“Aku sedang pergi.. Iya? Wah Chukkae.. Selamat berlibur! Ani. Aku tidak pergi kemana-mana. Aku tetap di Seoul. Inginnya sih pergi. Tapi tidak bisa. Oke. Aku hubungi nanti ya. Hati-hati.”, kata Youra tersenyum gembira sambil memutuskan sambungan teleponnya.

“Namjachingu-mu?”, tanya Kris tepat setelah Youra memasukan ponselnya ke dalam tas. Ia tak bisa menebak arah pembicaraan Youra karena Kris tidak bisa mendengar suara lawan bicara Youra itu di telepon.

“Ani. Dia teman baikku.”, kata Youra santai. Sudah banyak orang yang mengira mereka berpacaran. Padahal hubungan mereka hanya sebatas teman. Tidak lebih.

“Oh begitu.. Tadi kau bilang liburan ini kau tidak kemana-mana?”, tanya Kris.

“Ne.”, kata Youra mengangguk setuju.

“Kebetulan. Aku sedang cuti kantor. Kenapa tidak pergi denganku? Aku juga jenuh di rumah.”, kata Kris dengan wajah gembira.

“Mwo? Ah tidak usah nanti merepotkan.”, kata Youra sambil menggerakan tangannya.

“Gwenchana. Bagaimana kalau lusa?”, tanya Kris.

Youra hanya tersenyum dan tanpa ia sadari wajahnya memerah. Youra menundukan kepalanya dan mengangguk. Kris tersenyum melihat tingkah Youra.

“Arasseo. Kalau begitu kau bisa tunjukan aku tempat-tempat bagus di Seoul kan? Aku jarang sekali pergi ke tempat wisata di Seoul.”, kata Kris. Wajahnya terlihat senang dan tanpa ia sadari dirinya menunggu hingga hari itu datang.

~**^^**~

Youra tengah sibuk mengacak seluruh isi lemarinya saat ini. Semua baju-baju yang ia miliki kini sudah berpindah posisi. Ada yang tergeletak di atas tempat tidur, ada yang di atas lantai bahkan ada yang menyangkut di atas TV karena Youra yang dari tadi panik setengah mati.

“Omo! Aku pakai baju apa?”, tanya Youra sambil mengacak-acak rambutnya kesal.

“Tok tok tok.”, terdengar suara ketukan dari pintu yang berhasil menghentikan aktifitas Youra.

“Sedang apa? Omo! Kenapa berantakan begini? Ini kan baru pukul 8 pagi!”, kata Yourin yang baru saja memasuki kamar Youra. Youra hanya bisa menatap Yourin lalu memeluknya.

“Eonni! Aku pakai baju apa?”, tanya Youra. Yourin hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan ke penjuru ruangan dan melihat ke dalam lemari. Tidak berapa lama Yourin sudah memegang sebuah Dress putih.

“Pakai ini!”, kata Yourin. Youra mengangguk kemudian berjalan ke kamar mandi dan memakainya. Tak lama kemudian ia sudah siap dengan bajunya.

“Ayo kemari!”, kata Yourin sambil menyeret Youra ke depan meja rias dan menyisir rambutnya. Yourin juga mengoleskan bedak beserta Lipgloss tipis ke wajah dan bibir Youra.

“Aigoo.. Kau cantik sekali. Pasti Chanyeol menyukaimu.”, Youra yang sedang memandangi dirinya di kaca menatap bingung ke arah Yourin.

“Chanyeol? Aku tidak pergi dengannya.”, kata Youra.

“Lalu?”

“Kris-ssi.”, jawab youra ringan. Ia berdiri setelah selesai dan segera memakai sepatunya itu.

“Mwo?”, tanya Yourin tak percaya.

“Ne. Wae?”, tanya Youra bingung.

“Ani. Aku kira dengan Chanyeol. Kalau begitu hati-hati. Kau kan baru mengenalnya. Oh iya. Sampaikan salam dariku untuk Hyung-nya.”, kata Yourin sambil tersenyum malu. Youra tertawa lalu segera mengambil tas selempangnya dan berjalan turun meninggalkan kamarnya yang berada di lantai dua.

“YAK! Lee Youra! Siapa yang akan merapikan ini semua!”, teriak Yourin yang baru menyadari hal tersebut.

~**^^**~

Youra berjalan keluar rumah dan mendapati Kris yang sedang bersandar di gerbang rumahnya sambil menatap layar ponselnya. Youra tersenyum dan mengamati wajah Kris dari tempatnya ia berdiri kini. Kris yang merasa bosan segera memasukan ponselnya ke saku dan menyadari kehadiran Youra.

“Kau disini dari tadi?”, tanya Kris bingung. Ia menggaruk kepalanya sedikit salah tingkah melihat Youra.

“Ani. Aku baru keluar. Mianhae jika Kris-ssi menunggu cukup lama.”, kata Youra sambil membungkukan tubuhnya bersalah dengan apa yang ia lakukan.

“Ani. Jadi kita mau kemana?”, tanya Kris yang berjalan diikuti Youra menuju mobilnya yang terparkir di depan rumahnya. Kris membukakan pintu mobil Sport hitamnya untuk Youra.

“Istana Deoksugung.”, kata Youra sambil tersenyum gembira begitu Kris dan ia sudah berada di dalam mobil. Kris menyalakan mesin mobilnya dan menatap Youra.

“Itu dimana?”, tanya Kris bingung.

“Hmmm.. Kalau tidak salah di dekat Stasiun Kereta Bawah Tanah City Hall. Kalau berjalan kaki sekitar 100 meter sudah sampai ke depan gerbang istananya.”, kata Youra yang memang pernah ke tempat itu dengan Chanyeol ketika liburan sekolah dua tahun lalu.

“Jadi kau akan menjadi Tour Guide ku selama satu hari ini?”, tanya Kris sambil tertawa.

“Bisa dibilang begitu.”, kata Youra yang juga ikut tertawa.

“Aku belum pernah bertemu dengan Tour Guide yang cantik sepertimu.”, kata Kris memuji Youra.

BLUSHHHH

Pipi Youra berubah merah seketika saat mendengar kata-kata Kris barusan yang berhasil membuatnya terbang ke angkasa. Youra menatap Kris yang sekarang menjalankan mobilnya. Jika dilihat sekarang, Youra merasa Kris terlihat jauh lebih muda dan tampan dengan kemeja biru muda berlengan cukup panjang yang di gulung se siku dan celana jeans-nya.

Tanpa Youra sadari ia menikmati perjalanan itu sama dengan Kris yang juga menikmatinya. Menurut Kris Youra begitu berebeda hari ini. Ia lebih terlihat cantik. Dan itu membuat jantung Kris kadang berdegup kencang.

~**^^**~

Youra berjalan berdampingan dengan Kris untuk memasuki gerbang Istana yang begitu megah. Setelah membeli karcis seharga 2000 Won untuk 2 orang, mereka masih sempat terdiam memandangi gerbang Istana yang megah. Pilar-pilar tinggi dan besar menahan rangka atas yang begitu tinggi dan menghadirkan kesan sejuk. Setelah mengamati cukup lama barulah mereka masuk.

Mereka berdua mengamati bangunan istana tersebut dengan seksama dan gembira. Kris yang memang baru pertama kali berkunjung hanya bisa ternganga melihat Istana itu. Dan Youra tak henti-hentinya menjelaskan tentang Istana itu kepada Kris.

Tak terasa sudah setengah jam mereka berjalan keliling istana. Ketika mereka sedang berjalan menuju sebuah gedung yang dulu di tempati Kaisar Jungwhajeon, terdengar suara-suara terompet dan terlihat begitu banyak orang berpakaian khas kekaisaran Korea berwara putih dan biru sedang berbaris sambil membawa alat-alat musik seperti terompet dan lain-lain.

“Itu apa?”, tanya Kris bingung.

“Setiap pukul 10.00 pagi, biasanya akan ada Parade Penjaga Istana disini.”, kata Youra yang baru saja mengalihkan pandangan dari jam tangannya.

Wajah Youra lagi-lagi berubah merah begitu melihat Kris memandanginya terus. Youra mengalihkan wajah dan menarik tangan Kris agar terus berjalan. Namun Kris menghentikan langkahnya dan menarik Youra agar berada di sampingnya dan melihat parade itu. Sesekali Kris melihat Parade dan terkadang ia mengamati bangunan yang dulu di tempati Kaisar Jungwhajeon ketika Sang Kaisar menerima tamu kerajaan. Kris masih menganggumi bangunan yang sangat besar itu.

Sedikit demi sedikit kadang Kris menatap Youra yang sudah memegang kamera digital dan sedang asyik memotret hal di sekelilingnya. Kris kadang tersenyum sendiri. Entah mengapa kadang ia merasa senang jika berada di dekat yeoja ini. Bahkan rasanya ia dapat tertawa lepas.

“KLIK”

Kris memejamkan matanya begitu menyadari Blitz kamera tepat mengarah padanya. Youra yang melihat Kris hanya tertawa.

“Lihat Kris-ssi! Hasil fotomu jadi aneh karena matamu terlalu cepat terpejam.”, kata Youra masih tertawa Kris hanya mendengus dan mengambil kamera Youra.

“Kau harus bayar jika ingin mengambil foto orang tampan sepertiku.”, kata Kris.

“Hahaha..”, kata Youra masih tertawa.

Mereka kembali berjalan dan menikmati suasana istana. Terkadang mereka juga berhenti ketika Youra mengajak Kris untuk mengambil foto bersama.

“Kris-ssi. Bagaimana kalau kita melanjutkan pergi ke tempat berikutnya?”, tanya Youra.

“Ne.”, kata Kris mengangguk.

Youra dan Kris kemudian berjalan menuju pintu keluar. Youra tersenyum ketika melihat kumpulan anak-anak Sekolah Dasar yang sedang duduk di lapangan Istana dan diam mendengarkan guru mereka. Bahkan Youra melihat ada sepasang anak laki-laki dan perempuan yang melambai ke arahnya dan Kris. Youra dan Kris yang melihat hal itu segera membalas lambaian tangan anak itu dan pergi.

~**^^**~

Perjalanan mereka di lanjutkan ke Yeouido Park. Tempat yang Youra rekomendasikan. Ia bilang bahwa di sana mereka bisa melihat Pohon Sakura yang sedang berbunga karena bertepatan dengan musim semi sekarang.

Youra dan Kris berjalan lagi dengan langkah pelan sambil melihat orang-orang yang sedang bermain basket, bermain sepatu roda, atau ada yang hanya duduk di bawah pohon sambil berpiknik dan ada yang juga seperti mereka. Hanya berjalan-jalan.

Rasanya ingin Kris menggenggam tangan Youra yang sedari tadi bebas bergerak. Tapi, memangnya siapa dia? Bagaimana mungkin Kris berani melakukannya? Berbeda dengan Youra yang sedang memfoto beberapa pohon Sakura Kris sedang tersenyum memandangnya. Sebenarnya Kris merasa aneh dengan dirinya ini. Kenapa ia jadi suka memandang Youra? Ia juga merasa senang jika berada di dekat yeoja itu, terkadang jantungnya berdegup kencang dan wajahnya bisa berubah merah jika Youra melakukan suatu hal.

~**^^**~

Berbeda dengan Kris yang dengan terang-terangan menatap Youra, Youra sendiri hanya bisa mencuri pandang dan pura-pura tak melihat dengan asyik memfoto berbagai objek di sana. Setelah sempat mengajak Kris berfoto di Istana Deoksugung dengan bantuan orang yang lewat, kini Youra juga ingin mengabadikan hal ini.

“Kris-ssi.”, tanya Youra.

“Ne?”, jawabnya.

“Bagaimana kalau kita berfoto lagi? Tapi kali ini dengan latar belakang bunga sakura.”, tanya Youra. Kris mengangguk lalu memanggil seorang namja yang terlihat lebih muda darinya dan meminta bantuannya untuk memfoto mereka berdua.

“Hana, dul, set!”, kata namja itu yang dengan cepat mengabadikan momen Kris dan Youra. Ia tersenyum dan memberikan kamera itu pada Kris.

“Yeojachingu-mu cantik sekali Hyung.”, kata namja itu. Kris hanya bisa membelalakan matanya dan memandang Youra yang sedang sibuk menatap bunga Sakura sekilas.

“Gomawo.”, kata Kris. Pabo! Kenapa ia bisa menjawab begitu? Memangnya Youra benar-benar kekasihnya?

Youra yang merasa bosan menghampiri Kris dan melihat hasil foto-nya dengan Kris.

“Bagaimana hasilnya Kris-ssi?”, tanya Youra sambil memegang pundak Kris.

“Bagus. Seperti di Jepang.”, kata Kris.

“Jepang? Kris-ssi pernah kesana?”, tanya Youra penasaran.

“Pernah.”, jawab Kris sambil mengangguk.

“Kalau Jeju?”, tanya Youra.

Kris hanya menggeleng yang menandakan dirinya tak pernah pergi ke tempat bernama Jeju itu.

“Musim semi di Jeju datang lebih cepat. Disana juga tumbuh bunga Canola yang berwarna kuning.”, kata Youra menjelaskan.

“Oh begitu.. Kapan-kapan kita pergi bersama ne?”, tanya Kris. Youra hanya tersenyum manis dan mengangguk ceria.

“Mudah-mudahan bisa.”, kata Youra.

~**^^**~

“Iya. Sekarang memang sedang maraknya pasangan yang memakai Baju sama Kris-ssi.”, kata Youra senang. Ia menepuk-nepukan tangannya sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan memakan Mie di depannya itu.

“Menurutku agak konyol.”, kata Kris sambil menggeleng dan meletakan tangannya di dagunya. Youra yang mendengar hal itu segera menelan Mie-nya dan mengambil minum.

“Wae? Itu kan lucu.”, kata Youra sambil memajukan bibirnya tidak setuju dengan jalan pikiran Kris.

“Menurutku konyol jika melihat namja memakai baju yang sama dengan perempuan. Apalagi jika warnanya Ungu atau merah jambu.”, katanya tenang.

“Itu namanya lucu.”, kata Youra mengelak lagi.

“Sudah.. Habiskan saja makanmu.”, kata Kris menunjuk mangkuk Youra yang baru habis setengah. Youra mengangguk lalu melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Setelah memastikan makanannya habis Youra dan Kris segera berjalan meninggalkan restoran itu dan berjalan sambil melihat-lihat toko yang ada di kanan dan kiri Myeongdeong Street.

“Kita mau kemana setelah ini?”, tanya Kris. `

“Entahlah. Aku belum terlalu tahu tentang itu.”, kata Youra sambil mengedikan bahunya. Kris tersenyum kecil dan mengacak-acak rambut Youra.

Youra yang berjalan di dekat jalan raya itu tak menyadari sebuah Taxi yang lewat. Kris dengan sigap menarik Youra sehingga kini Youra sudah berada di pelukan Kris.

Wajah Youra berubah merah seketika, jantungnya pun kini berdegup kencang tak tahu kenapa.

“Hati-hati. Biar aku yang berjalan di pinggir.”, kata Kris yang kemudian mengubah posisi jalannya. Mereka melihat-lihat beberapa toko di sana dan membeli sedikit barang-barang. Tak terasa sudah cukup lama mereka berjalan sehingga mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Mereka berjalan menuju mobil mereka dan terdengar ponsel Kris berdering kencang. Kris menatap layar ponsel itu malas.

“Kenapa tidak di angkat?”, tanya Youra bingung.

“Ani. Bukan siapa-siapa.”, kata Kris sambil memasukan ponselnya ke dalam sakunya lagi. Namun semakin lama ia membiarkan telepon itu, semakin kencang nada deringnya berbunyi.

“Angkat saja Kris-ssi. Dari mantan pacarmu ya?”, tanya Youra polos. Kris mengangguk dan kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengangkat telepon itu.

“Kris. Kau ada waktu? Bisa kita bertemu?”, tanya Yoona yang terdengar dari ujung telepon.

“Aku sedang di luar rumah. Tidak bisa bertemu.”, kata Kris singkat. Youra sendiri hanya berjalan di samping Kris menuju mobilnya.

“Bersama yeoja itu? Astaga. Apa yang menarik darinya? Bahkan yeoja itu seperti anak-anak.”, kata Yoona gusar dengan apa yang Kris lakukan.

“Kau tak perlu tahu dan jangan mengurusi dengan siapa aku pergi. Kau sendiri bagaimana? Lagipula bagaimana kau bisa tahu?”, tanya Kris sambil berjalan menuju mobilnya dan membuka pintu itu. Youra segera masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman.

“Aku menebaknya. Yeoja itu sepertinya dekat denganmu dari pertama aku bertemu denganmu.”, kata Yoona tak suka.

“Kris-ssi. Bagaimana kalau kita ke Namsan Seoul Tower?”, tanya Youra yang mengira Kris sudah menutup teleponnya. Kris membelalakan matanya begitu menyadari Yoona mendengar kata-kata Youra.

“Namsan Tower? Kau akan kesana?”, tanya Yoona bingung.

Kris yang tak tahu harus bagaimana segera mematikan sambungan telepon dan menaruh ponsel itu ke dalam saku.

“Wae? Mianhae. Aku kira Kris-ssi sudah selesai bertelpon.”, kata Youra.

“Ani.”, kata Kris menggelengkan kepalanya walaupun ia merasakan suatu hal yang tak baik akan terjadi.

~**^^**~

Tak terasa hari sudah mulai sore. Setelah pertama-tama mereka menghabiskan waktu di Istana Deoksugung dan melihat parade, lalu berjalan-jalan cukup lama di Yeouido Park, dan makan juga melihat-lihat di Myeongdong, kini mereka berjalan menuju Gunung Namsan yang terletak di pusat Kota Seoul. Kris dan Youra turun dari mobil mereka dan berjalan. Setelah membeli tiket mereka memasuki Cabel Car yang membawa mereka menuju puncak, tempat Namsan Seoul Tower.

Kris menuntun Youra di tengah keramaian orang-orang. Mereka yang mengantri cukup belakang akhirnya mendapati satu Cabel Car yang hanya di masuki oleh mereka berdua. Kris mengambil tempat duduk tepat di seberang kursi yang diduduki Youra.

“Beruntung ya Kris-ssi. Kita dapat Cabel Car yang kosong..”, kata Youra sambil menepukan tangannya gembira.

“Ne. Dulu aku sempat mengunjungi tempat ini. Dan tidak terlalu banyak yang berubah ternyata.”, kata Kris sambil ikut tersenyum.

“Ne. Kita tepat jika berkunjung pada waktu sekarang. Ini kan sudah menjelang malam, jadi biasanya kita bisa melihat lampu-lampu yang menyala di Namsan Tower ini.”, kata Youra masih antusias.

Mereka terdiam sambil memandangi pemandangan di bawah mereka. Sekali-kali Youra memandang wajah Kris yang fokus melihat pemandangan. Youra merasakan dadanya berdebar-debar ketika melihat Kris dari dekat.

Youra memegang dadanya yang berdegup kencang dan memejamkan matanya sebentar. Apa ia menyukai Kris?

~**^^**~

“Ayo turun.”, kata Kris membantu Youra. Setelah turun dari Cabel Car  mereka segera berjalan kaki menuju menara. Youra tersenyum gembira ketika melihat menara Namsan. Ia menarik napas kuat-kuat dan merasakan udara sejuk di sekitarnya.

“Kau terlihat senang sekali.”, kata Kris.

“Ne. Aku senang sekali. Oh iya.. Kris-ssi. Bagaimana kalau kita pergi ke Balkon Observasi terlebih dahulu yang ada di bagian paling atas menara?”, kata Youra.

“Ne. Boleh.”, kata Kris sambil menganggukan kepalanya setuju.

Mereka berjalan memasuki menara Namsan dan menaiki Lift berkecepatan super tinggi untuk mencapai puncak menara. Setelah Lift berhenti mereka melangkahkan kaki memasuki balkon observasi dan memandangi pemandangan Kota Seoul yang berada di bawah sana.

“Indah..”, kata Youra antusias.

“Iya. Waktu dulu, aku belum pernah ke tempat ini.”, kata Kris menunjuk pemandangan di bawah mereka.

“Memangnya dulu Kris-ssi pergi dengan siapa ke sini?”, tanya Youra.

Kris menelan ludahnya dan merasakan kerongkongannya kering seketika begitu mendengar pertanyaan Youra tadi.

“Aku pergi dengan Yoona.”, kata Kris. Youra hanya mengangguk dan sekali-sekali memuji pemandangan indah di bawah mereka.

Setelah cukup lama berada di balkon observasi, mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan berjalan ke puncak menara. Kris cukup terkejut begitu melihat pagar pembatas yang di penuhi ratusan bahkan mungkin ribuan gembok-gembok berbagai ukuran bahkan warna di sana.

“Itu namanya Love Lock.”, kata Youra.

“Dulu, waktu ke sini. Jumlah gembok-nya tak sebanyak itu.”, kata Kris sambil menggelengkan kepalanya.

“Iya? Kris-ssi pernah kesini? Atau jangan-jangan pernah memasangnya?”, tanya Youra.

Kris terdiam tak menjawab pertanyaan itu. Ia hanya menatap Youra sekilas dan berjalan menuju pagar. Youra yang melihat tingkah Kris dengan cepat mengalihkan pembicaraan.

“Aku ingin suatu saat nanti, bisa memasang gembok juga disini. Lalu makan bersama dengan pasanganku nantinya di N-Grill, dan menikmati pemandangan Seoul. Pasti indah sekali.. Apalagi jika malam hari. Aku ingin menikmati lampu-lampu di menara ini! Oh iya, bagaimana kalau habis ini kita pergi ke jembatan Banpo di Sungai Han? Disana kita bisa melihat air mancur yang indah saat malam hari!”, kata Youra gembira. Kris tersenyum sekilas dan menatap Youra.

“Aku dulu pernah melakukannya dengan Yoona. Kami kira dengan memasang gembok disini. Kami akan selalu bersama. Tapi nyatanya ia meninggalkanku.”, kata Kris sambil tersenyum miris. Youra meneguk ludahnya dan pura-pura tersenyum.

“Pasti sedih rasanya. Ah sudahlah.. Bagaimana kalau kita melihat-lihat gembok yang terpasang saja Kris-ssi!”, kata Youra sambil menggandeng tangan Kris dan membawanya ke kumpulan gembok.

Youra kadang tersenyum bahkan tertawa melihat gembok-gembok yang sangat besar disana. Tapi matanya melihat sebuah gembok berukuran sedang yang mempunyai hiasan cantik di sekelilingnya dan kelihatan mewah menggantung di sana. Youra berjalan dan menyentuh gembok itu lalu melihat nama dan tulisan di belakangnya.

“We hope, God will never separate us untill we close our eyes. Because we love each other.”

-Wu Yi Fan & Im Yoon Ah-

Youra membaca tulisan pada gembok itu dan merasakan sakit di dadanya. Kenapa? Bukankah wajar jika Kris dan Yoona memasang gembok disana? Apalagi Youra bukan siapa-siapa. Kenapa ia harus kecewa? Tapi jika boleh sebenarnya ia tak berharap untuk menemukan gembok itu.

“Kau menemukan gembok-ku ya?”, tanya Kris dan ikut berjongkok di samping Youra.

“Dulu, aku memang menulisya. Tapi sepertinya hal yang aku tuliskan tidak bisa terwujud.”, kata Kris lagi. Youra mengangguk lalu bangkit berdiri.

“Wufan.”, terdengar suara yeoja di belakang mereka. Tubuh Kris menegang, ia takut jika ia melihat kebelakang ia akan menemukan sesorang yang tak ingin ia temui. Namun akhirnya Kris berdiri dan mendapati Yoona di belakangnya.

“Bagaimana bisa kau kesini?”, tanya Kris.

“Aku ingin kembali.”, kata Yoona dengan mudahnya. Terlihat matanya berkaca-kaca disana.

“Aku tidak bisa.”, kata Kris.

“Aku mohon. Maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku meninggalkanmu. Tapi aku berjanji aku tak akan pernanh mengulanginya lagi. Aku berjanji.”, kata Yoona yang perlahan melanghkah mendekati Kris.

“Aku tak yakin dengan kata-katamu.”, kata Kris. Youra memandangi mereka berdua dan berharap Kris berkata ‘Tidak’ sekali lagi.

Yoona hanya bisa menundukan kepalanya lalu menatap gembok yang pernah ia pasang dengan Kris dan menumpahkan seluruh air matanya. Kris yang tadinya terdiam, tanpa bisa menahan keinginan hatinya segera menghampiri Yoona dan memeluknya. Walaupun merasa sulit, tapi Kris memang masih mencintai Yoona. Karena dialah satu-satunya yeoja yang membantu Kris bangkit dari kesedihannya dulu. Kesedihan kehilangan seorang Ibu.

Youra menatap Kris dan Yoona dengan tatapan kosong. Dadanya tersa sakit begitu mengetahui apa yang terjadi. Rasanya hancur begitu melihat pemandangan di depannya. Seharusnya Youra sudah tahu tidak mungkin ia bisa menyukai Kris. Tapi kenapa harapannya terlalu cepat di hancurkan? Seperti burung yang belum sempat terbang tapi sayapnya sudah terlanjur patah.

Youra bangkit berdiri dan tanpa sadar air matanya mengalir deras. Ia berjalan meninggalkan Kris dan Yoona disana. Youra berjalan dengan hati yang hancur tanpa mengetahui langit yang sudah mulai gelap. Ia memasuki Cabel Car dan memandangi Namsan Seoul Tower yang sudah mulai terlihat menampakan atraksi lampu-lampunya.

Tadinya, Youra ingin melihat atraksi lampu-lampu itu dengan Kris. Namun tidak semua hal bisa berjalan lancar. Kini Youra hanya dapat menempelkan dahinya ke kaca Cabel Car yang hanya ditempati olehnya sendiri dan mengeluarkan air matanya sambil memandangi Namsan Seoul Tower yang mengeluarkan begitu banyak warna-warna indah.

Berbeda dengan hatinya yang dipenuhi warna hitam mati.

Ponsel Youra bergetar. Ia melihat nama di layar ponselnya dan mendekatkannya ke telinga.

“Youra-ya! Bagaimana kabarmu? Aku tak jadi pergi. Appa menunda perjalanan ke Jeju kami. Jadi mungkin aku baru bisa pergi lusa!”, kata Chanyeol dengan suara beratnya yang ceria.

“Yeol-ah..”, kata Youra yang segera terisak kencang. Ia menangkupkan tangannya di mulutnya agar menahan suara isakannya.

“Youra-ya!”, teriak Chanyeol panik.

 

~To Be Continued~

Author’s Note:

Annyeong! Huwaaa! Sudah Chapter 3! Di Chapter ini Author menyuguhkan suatu hal yang berbeda.. #Eaaaaa Setelah riset beriminggu-minggu Author pun bisa menulis Chapter ini. Semoga Readers suka dan mau RCL! Disini memang kelebihan 1 page dari target Author soalnya keasikan.. Entahlah Author ngerasa enjoy nulis Chapter ini.. Jadi sekali lagi Author mengingatkan jangan lupa Readers semua untuk comment dan kalau bermurah hati di Like.. Hahaha.. Oke! Jangan bosen nunggu Chapter selanjutnya ya Readers.. Karena di Chapter berikutnya Uri Happy Virus akan unjuk gigi.. Mwahahahaha.. Gomawo >< *Bow with Kris and Chanyeol*

*For your information* Sebenarnya FF ini sudah tamat >< Kekeke tapi adanya di Blog pribadi sendiri kekeke~ Boleh mampir! Ke Imagine Piggy!

Maaf kalau di Blog ini lama update><



Viewing all articles
Browse latest Browse all 317

Trending Articles